Opini & Cerita

Sejarah Pabrik Gula Alkmaar Purwosari Pasuruan

0
Please log in or register to like posts.

Pada masa Hindia Belanda dan penerapan tanam paksa atau cultuurstelsel pemerintah kolonial belanda mewajibkan rakyat untuk menyetorkan hasil bumi terutama komoditas ekpor yakni gula dan kopi.

Dikutip dari terakota.id, penanaman tebu dipusatkan di Pasuruan, Surabaya dan Besuki Jawa Timur. Pada tahun 1870, dua undang-undang penting mengubah perekonomian Hindia Belanda, yakni Undang-Undang Agraria dan Undang Undang Gula yang sekaligus menghapus sistem tanam paksa. 

Awal 1900-an merupakan puncak kejayaan industri gula di Hindia Belanda. Sebanyak 101 Pabrik Gula terdapat di Jawa Timur. Di Pasuruan pada tahun 1914 pabrik gula meliputi PG Winongan di Kecamatan Winongan (Pasuruan), PG Pleret di Kecamatan Bangil (Pasuruan), PG Pandaan di Pandaan (Pasuruan), PG Soekoredjo di Kecamatan Sukorejo (Pasuruan), PG Alkmaar di Kecamatan Purwosari (Pasuruan).

Baca juga :  Mengenal Wisata Kebun Pak Budi

Berdasarkan data yang dikutip dari Jaargang 1932 no2. Verheandelinger Voor De Leden Van Het Profstation Voor De Java Suikerindustrie , hal.79  dalam Wardana, 2013, h. 112. Pabrik gula Almaar di Kecamatan Purwosari memiliki luas lahan tebu sebanyak 779 hektar dan mampu menghasilkan produksi tebu sebanyak 1093 kuintal perhektar.

PG Alkmaar menghentikan proses produksinya saat terjadinya krisis global pada tahun 1930 an yang berakibat dihentikannya jalur dari Petak Wonorejo ke Alkmaar (Purwosari) pada Tahun 1933 oleh Maskapai Perkeretaapian Pasoroean Stoomtram Maatschappij (PsSM).

Sebelumnya PsSM membangun jalur untuk mendukung kebutuhan PG Alkmaar di wilayah Purwosari, jalur dari Bakalan diperpanjang sampai wilayah Alkmaar (Purwosari) termasuk disini dibangun jalur cabang masuk ke PG Alkmaar. Akan tetapi dari hasil konsesi dengan trase yang diajukan Warungdowo–Sengon, untuk segmen Purwosari (Alkmaar)–Sengon dibatalkan/dicabut dengan keputusan gubernur (governour besluit) 5 Oktober 1914 No. 35 sehingga hanya terbangun Warungdowo–Alkmaar.

Baca juga :  Ini Fakta dari Fenomena Awan Topi di Gunung Arjuno Pagi Ini
#1

IDI Meminta Dokter Waspada Gejala Cacar Monyet
AFJ Dorong Indonesia Bebas Kandang Baterai 2030

Redaksi |Laporkan