Berita

145 Rumah Tidak Layak Huni dapat BSPS

0
Please log in or register to like posts.

Sebanyak 145 rumah tidak layak huni (RTLH) di Kabupaten Pasuruan menjadi sasaran Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) penanganan kemiskinan ekstrem (PKE), tahun ini.

 

Sebelum pembangunannya dimulai, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) bersama Pemkab Pasuruan melakukan sosialisasi kepada warga penerima.

 

Seperti yang terlihat di Pendopo Kecamatan Pasrepan, Selasa (05/07/2022) siang. Wakil Bupati Pasuruan, KH Abdul Mujib Imron (Gus Mujib) membuka secara resmi sosialisasi program BSPS di hadapan para warga penerima bantuan.

 

Tak hanya membuka sosialisasi saja, Gus Mujib juga mengenalkan apa itu BSPS supaya warga mengetahuinya. 

 

Ditegaskannya, BSPS merupakan bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Khususnya dalam rangka mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumahnya beserta sarana dan prasarana.

Baca juga :  21 Orang di Dayurejo Positif Covid19 Setelah Takziyah

 

“BSPS ini memang sebenarnya hampir sama dengan RTLH, cuma yang menjadi pembeda adalah sasaran penerimanya, karena ini khusus untuk masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan ekstrem,” katanya.

 

Besaran bantuan BSPS yang akan diberikan untuk per 1 unit rumah sebesar Rp 20 juta. Kata Gus Mujib, ratusan warga yang rumahnya akan diperbaiki tersebar di 3 kecamatan, yakni Puspo, Pasrepan dan Lekok. Ketiga kecamatan tersebut merupakan wilayah dengan kantong kemiskinan ekstrem yang masih ada.

 

Ia pun berharap dengan banyaknya RTLH yang dibangun melalui program BSPS, bisa membantu pemerintah daerah dalam mengentaskan kemiskinan. 

 

Tak hanya itu saja, dalam pembangunannya, penerima manfaat akan mendapat pendampingan. Sehingga, dalam pembangunan rumah  akan menjadi rumah yang layak huni dan sehat. 

Baca juga :  Uji Coba, PSPK Tumbangkan Madura FC 1 – 0

 

“Kalau sudah diperbaiki, maka rumahnya menjadi lebih baik. Layak huni, bersih dan sehat. Tinggal dijaga dan dirawat,” harapnya.

 

Sementara itu, pria yang juga Pengasuh Ponpes Terpadu Al Yasini Wonorejo ini menambahkan, selain BSPS, sebanyak 80 RTLH di Kabupaten Pasuruan juga akan diperbaiki.

 

Puluhan rumah tersebut menjadi sasaran dari program BSPS reguler dengan anggaran sama, yakni sebesar Rp 20 juta. Anggaran tersebut akan diberikan melalui rekening penerima. 

 

“Ada juga yang dapat bantuan reguler. Ada 80 rumah yang juga akan diperbaiki dengan anggaran Rp 20 juta dari Kementrian PU-PR. by name by address lewat rekening Bank Jatim,” tutupnya. (emil)

Baca juga :  Puluhan Ribu Kartu Identitas Anak Dicetak di Pasuruan

 

Seperti diketahui, Pemerintah telah menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 4 Tahun 2022 tentang Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (PKE).

 

Program BSPS ini, merupakan salah satu program strategis pemerintah pusat, dimana bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan masyarakat untuk mewujudkan rumah layak huni, sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 54 ayat (3) huruf b Undang-undang Nomor 1 tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman. (Suara Pasuruan)

Menparekraf Sandiaga Uno dan Desa Wisata Widosari
AMSI Mencari Rumusan Baru Bisnis Media Digital

Redaksi |Laporkan