Kebugaran & Kesehatan

Gandeng Rotary dan F2H, Sasa Inti Gelar Pelatihan Konseling Cegah Stunting

1
Please log in or register to like posts.

Stunting atau tengkes merupakan salah satu gangguan tumbuh kembang yang terjadi pada anak balita akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan anak memiliki perawakan pendek daripada anak normal seusianya dengan risiko kerusakan sel otak yang tinggi.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh WHO tahun 2019, Indonesia sendiri menduduki urutan ke-4 dengan angka stunting tertinggi di dunia.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Tahun 2019 sebanyak 6,3 juta balita dari populasi 23 juta atau 27,7 persen balita di Indonesia mengalami gizi kurang dan gizi buruk hingga terindikasi stunting.

Kondisi tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan akses pangan bergizi, ketidaktahuan mengenai gizi, hingga kurangnya akses air bersih, sanitasi, dan perilaku hidup bersih sehat.

Asupan gizi seimbang berperan penting dalam menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak.

Baca juga :  Selamat Datang di Situs Berita Kamu, YouKmu !

Melihat hal tersebut, PT Sasa Inti bersama Rotary International District 3410, dan Yayasan Cakrawala Kesehatan (F2H) menggelar pelatihan konseling pencegahan stunting bertema “Ayo Cegah Stunting” untuk mencegah dan memberantas stunting dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya kekurangan gizi pada anak.

Acara pelatihan diselenggarakan pada 23-24 November 2021 di aula pabrik PT. Sasa Inti di Jalan Raya Gending KM. 12, Krajan, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, ini diikuti oleh puluhan kader posyandu dan puskesmas.

Pelatihan dibuka oleh perwakilan PT Sasa Inti Bapak Thomas, Ibu Rozy Wiguna dari Rotary, perwakilan Dinas Kesehatan Ibu Sutilah, dan Ketua PKK Kecamatan Gending Ibu Dewi.

Hadir sebagai pemateri pelatihan “Ayo Cegah Stunting” adalah dr. Lies Zakaria MARS dari Frontier for Health (F2H) dan Psikolog Kori Dyah M.Psi.

Baca juga :  Cara Dapat Obat Gratis Bagi Pasien Isolasi Mandiri Covid 19

Dr. Lies Zakaria menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader pendamping pencegahan stunting untuk pesan-pesan penting dan cara mencampaikannya melalui komunikasi efektif agar terjadi perubahan perilaku.

Pelatihan dilaksanakan dengan pendekatan interaktif dan partisipatif dimana seluruh peserta ikut aktif dan dengan berbagi pengalaman di lapangan.

Menurut dia, metode ini berhasil membuat peserta tetap bersemangat selama dua hari mengikuti pelatihan.

“Selain peningkatan pengetahuan peserta juga melakukan praktik di kelas sebelum terjun mendampingi keluarga dengan risiko stunting di lapangan,” katanya.

Advisor ACS Rotary International D3410 atau District Governor D3410 Budi Soehardi menegaskan pihaknya sangat fokus untuk bersama dan bertindak menciptakan perubahan yang berkesinambungan, baik di dunia, di komunitas, maupun dalam diri sendiri.

Baca juga :  Ultah ke-75, Brimob Semprot Disinfektan Serentak Se-Jatim

Rotary adalah organisasi kemanusiaan sedunia yang ada di lebih dari 200 negara dengan anggota inklusif tanpa memandang suku, agama, ras, umur, gender, dengan tujuan “to do good in the world” dan motto pelayanan di atas kepentingan diri.

“Pelatihan Ayo Cegah Stunting adalah kerja sama Rotary International dan PT Sasa Inti dengan kepedulian yang sama terhadap keluarga Indonesia, sebab ibu dan anak yg sehat dan cerdas, sumber daya yang mumpuni untuk masa depan,” ujarnya.

Rotary bersama PT Sasa Inti, lanjut dia, berkomitmen untuk melatih kader-kader posyandu supaya dapat menjadi pendamping yang baik untuk keluarga-keluarga di desanya sehingga nutrisi, stimulasi, hidup bersih dan sehat dapat tercipta di desa, dan 1.000 hari pertama kelahiran (HPK) bisa berlangsung dengan baik. 

Airlangga Hartarto : Peluang Ekonomi Digital Indonesia Masih Terbuka Lebar
Pameran Kerajinan di Aston Hotel Madiun Diikuti 14 UMKM

Redaksi |Laporkan