Berita

Puluhan Ribu Kartu Identitas Anak Dicetak di Pasuruan

0
Please log in or register to like posts.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk) Kabupaten Pasuruan akan mencetak sebanyak 50 ribu keping KIA (kartu Identitas Anak), tahun ini.

Jumlah tersebut merupakan target yang dipatok untuk meningkatkan jumlah kepemilikan, sekaligus pemenuhan hak konstitusional anak.

Kepala Dispenduk Capil Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko mengatakan, berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Kartu Identitas Anak, KIA merupakan identitas resmi anak sebagai bukti diri anak yang berusia kurang dari 17 tahun dan belum menikah.

‘’Setiap anak sebelum memiliki KTP diwajibkan memiliki KIA. Hal itu bertujuan pendataan, perlindungan, dan pelayanan publik bagi anak. Kartu itu sebagai upaya memberikan perlindungan dan pemenuhan hak konstitusional warga negara,’’ kata Yudha, saat ditemui di kantornya, Senin (08/03/2021).

Baca juga :  Jokowi Minta Kapolri Selektif Menerima Laporan Warga

Sampai dengan saat ini, jumlah KIA yang sudah dicetak di Dispenduk Capil Kabupaten Pasuruan mencapai sekitar 10 ribu keping. Kata Yudha, untuk mencetak KIA, pihaknya memiliki dua mesin pencetak yang nanti akan ditambah dengan mesin baru.

“Semoga tahun ini bisa kita tambah satu mesin pencetak lagi, supaya peningkatan pelayanan juga semakin maksimal,” terangnya.

Dijelaskannya, diterbitkannya KIA di Kabupaten Pasuruan terhitung mulai akhir 2019. Selama kurun waktua 2019-2020, total KIA yang sudah terbit mencapai 40 ribu keping. Apabila dikalkulasikan dengan target tahun ini, maka setidaknya ada 90 ribu KIA yang akan terbit.

Lalu bagaimana dengan cakupan KIA, menurut Yudha, jika diprosentasekan dengan jumlah penduduk usia 0-16 tahun yang mencapai 387.306 anak, maka cakupannya masih mencapai 23.23 persen.

Baca juga :  Di-Test Swab di Suramadu, Warga Nguling Positif Covid Varian Delta

“Memang masih sedikit kalau dibandingkan dengan jumlah penduduk yang berusia 0-16 tahun. Semoga semakin banyak target KIA yang kita selesaikan di tahun-tahun mendatang,” ucapnya.

Seperti diketahui, KIA bisa digunakan untuk mengurus suatu dokumen kependudukan atau urusan lainnya seperti pendidikan. Biasanya, anak yang daftar sekolah TK, SD atau SMP, salah satu syaratnya harus memiliki KIA.

‘’Kami telah meminta kepada sekolah untuk kerja sama pembuatan KIA bagi anak didik yang belum memiliki KIA,’’ ucapn Yudha.

Khofifah Minta Relawan Jogokali Diaktifkan
Usaha Rumahan Cuma Modal Rp 50 Ribu

Redaksi |Laporkan