Berita

Presiden Turki, Recep Teyyip Erdogan Pilih Gunakan BiP Karena Kebijakan Privasi Kontroversial Whatsapp

0
Please log in or register to like posts.

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan melalui kantor media kepresidenan telah memutuskan untuk tidak lagi menggunakan whatsapp sebagai media perpesanan. Hal tersebut adalah buntut dari kebijakan kontroversial Whatsapp untuk membagikan data ke Facebook.

Mengutip CNN Indonesia, Kepala Kantor Transformasi Digital Kepresidenan Turki, Ali Taha Koc mengkritik kebijakan baru WhatsApp yang memberikan pengecualian terhadap aturan baru tersebut untuk pengguna di Inggris Raya dan Uni Eropa.

“Perbedaan antara negara anggota Uni Eropa dan lainnya dalam hal privasi data tidak dapat diterima! Seperti yang telah kami kutip dalam Pedoman Keamanan Informasi dan Komunikasi, aplikasi asing menanggung risiko signifikan terhadap keamanan data,” tulis Koc dalam cuitannya, Minggu (10/1).

Baca juga :  Calon Walikota Pasuruan asal PDIP akan Terapkan Ekasila Jika Terpilih

“Itulah mengapa kami perlu melindungi data digital kami dengan perangkat lunak lokal dan nasional dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan kami. Jangan lupa bahwa data Turki akan tetap ada di Turki berkat solusi lokal dan nasional.”

Protes penolakan pun trending di media sosial twitter semalam. Para pengguna twitter yang didominasi oleh warga Turki menggunakan #deletingwhatsapp untuk menyatakan opini mereka terhadap kebijakan baru Whatsapp.

Dampak dari kebijakan privasi baru Whatsapp ini adalah para pengiklan dari Facebook dapat secara langsung menghubungi para pengguna whatsapp untuk menawarkan produk atau layanan mereka.

Hal tersebut tentunya keluar dari jati diri Whatsapp yang merupakan aplikasi perpesanan pribadi.

Baca juga :  Pipa Baja Timpa Warung Nasinya, Mak Akhirnya Meninggal Dunia
Chelsea Mungkin Akan Melepas Fikayo Tomori ke AC Milan dengan Status Pinjaman
Hari Keempat Karantina di Singapura, RRQ Psychoo Mulai Merasa Bosan

Redaksi |Laporkan